Spirit Para Santri dalam Mengikuti Program Pesantren

Oleh: Moch. Sholehuddin
Kepala TU Madin Al-Khoirot.

Semua manusia mempunyai keinginan dan spirit masing-masing dalam menjalani hidupnya yang berliku-liku, tidak sedikit orang yang putus asa dalam mengarungi kehidupan sehingga ia hanya hidup pasrah tanpa ikhtiyar yang mungkin bisa membawanya ke dalam kehidupan yang harmonis.
Keinginan yang kuat dan spirit yang hebat akan membawa seseorang ke dalam kehidupan yang lebih menjanjikan kesuksesan yang sebenarnya. Mengapa demikian, karna sesuatu yang diinginkan oleh seseorang akan terealisasikan dengan keinginan yang kuat tersebut.
Di Pondok Pesantren Al-Khoirot, Pengasuh dan Para Pengurus sangat menekankan kepada para santrinya untuk memiliki semangat serta keinginan yang tinggi sebagai bekal hidupnya di masyarakat, yaitu bekal untuk mengayomi umat agar tidak terjerumus dalam kebodohan.
Hari demi hari spirit santri kian bertambah, hal ini bisa diketahui dengan semangatnya santri dalam mengikuti program-program pesantren seperti program Bahasa Arab dan lain sebagainya. Para santri tampak begitu antusias mengikuti program-program tersebut. Hal ini terbukti dengan keseharian santri yang sudah berbicara dengan Bahasa Arab meskipun tampak masih kaku, namun demikian mereka tetap percaya diri dan terus membiasakan berbicara Bahasa Arab.
Ini sangat menarik, dulu ketika Al-Khoirot mengadakan sekolah formal semua pengurus dan santri beranggapan bahwa dengan adanya sekolah formal, sekolah diniyah akan terbengkalai kalah dengan sekolah formalnya. Namun kenyataan berkata lain, semenjak diadakan sekolah formal, para santri semakin giat belajar tidak ingin sekolah diniyahnya terbengkalai, mereka beranggapan diniyah-lah yang paling prioritas daripada sekolah formal.
Di samping program Bahasa Arab, ada program yang tentunya sangat mendukung bagi para santri khusunya ketika mereka pulang ke kampung mereka masin-masing, yaitu Darsul Khithobah sebuah program yang dibuat untuk menumbuhkan santri yang berbakat dalam ceramah tentunya dengan ilmu dan mental yang kuat. Rupanya ada hasil positif dari program ini, ini terbukti dalam sebuah perlombaan yang diadakan di MTsN Sepanjang khusus bagi sisiwa Tsanawiyah, diperlombaan ini kontingen dari Al-Khoirot berhasil memetik kemenangan dengan label juara satu tingkat Kabupaten, dan ini akan melangkah ke tingkat yang lebih tinggi yakni tingkat Propinsi.
Mengenai pelajaran, di Diniyah ada pelajaran Kepondokan yang mempelajari bagaimana seseorang mengenal pondok dan apa yang harus kita lakukan di pondok, tak Cuma itu saja dipelajaran ini santri diajarkan bagaimana menyikapi dunia luar (luar pesantren) agar tidak mudah terjerumus ke dalam sisi negatifnya. Disamping yang telah disebutkan di atas, masih banyak program-program dan pelajaran yang tentunya sangat menemani para santri dalam mengarungi roda kehidupannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar